Kamis, 25 Juni 2015

Puisi Kisah Tentang Seorang Trader

ANAK NONGKRONG KAZUYA, Puisi Kisah Tentang Seorang Trader

Inilah kisah saya tentang dunia tanpa kata
Dimana ke intelektualan saya sedang di coba
Untuk Membuat strategi dan menaklukannya

Saya bukanlah seorang Trader yang plin plan
yang suka minta masukan tapi tidak di gunakan
Saya Juga Bukanlah Seorang Trader yang Pelupa
Dari mana saya belajar dan menggunakannya

Namun . . .
Saya hanya bisa pasrah....
Saat floating minus menghampiri

Saya juga sering merenung dalam keputusasaan....
Saat MC datang menghantui

Tapi saya percaya . . .
Tuhan tidak tutup mata
Ketika saya sadar dari mana saya berada
Dan untuk apa ini semua

Sampai Akhirnya saya pun bangga dan bahagia
Ketika saya kena TP
Profit...
WD...
readmore »»  
Minggu, 21 Juni 2015

PUISI TAUBAT DI BULAN RAMADHAN

ANAK NONGKRONG KAZUYA, PUISI TAUBAT DI BULAN RAMADHAN

Dulu tidak serajin ini
Shalat lima waktu,
Mengaji tadarus,
Melengkapi dengan shalat sunah
Hingga berdzikir disela kesibukan
Dulu acuh tak acuh
Bermain sampai lelah
Tidur pulas hingga pagi
Meninggalkan serangkaian shalat
Hingga mengucap kata-kata tak pantas
Sekarang berbeda
Bulan ramadhan mendapat berkah
Telapak tangannya dicuci bersih
Mulutnya dikumur bersih
Kotoran hidungnya mengilang bersih
Wajahnya cerah bersinar
Lengannya lembab bersih
Rambutnya basah dan segar
Telinganya terbasuh sejuh
Hingga kakinya dingin bersih…
Dan kembali ke jalan Allah
Di bulan suci Ramadhan ini
readmore »»  
Sabtu, 06 Juni 2015

Goresan Tinta Pada Lembar Kisah Yang Berdebu

ANAK NONGKRONG KAZUYA, Goresan Tinta Pada Lembar Kisah Yang Berdebu Oleh : EKYZ PG

Inilah Goresan tinta pada lembar kisah yang berdebu
Ketika jari-jemari enggan tuk menari
Bersama alunan-alunan aksarku sentak diam
Aku tak mampu menulis lagi

Terlalu lama aku melupakanmu
Terlalu lama aku membiarkanmu diam
Hingga kita tak seperti dulu
Kau dan aku kini sebatas kenangan yang pernah terukir

Lantas saja rasa itu perlahan pergi
Menjauh dari ruang-ruang harap
Melebur bersama asa yang kian redup
Yang tak mungkin mampu tuk rajut kembali

Mungkin terlalu keras ombak menghempas ku
Hingga bahtera yang pernah kita bangun tersungkur dan hancur
Sekuat hati ku coba tuk menepi
Namun takdir tak mungkin dapat terpungkiri

Di pelabuhan hampa ku coba bertahan
Walau terasing diantara onak yang menyakitkan
Masih mampukah aku kembali
Ke dunia keciku yang penuh diksi dan imaji


readmore »»