Jumat, 30 Mei 2014

Sebaris Gerimis

Sebaris Gerimis oleh Anak Nongkrong Kazuya

Ketika Sebaris Gerimis membasahi
pengembaraan panjang seorang petualang
menjelang petang belum juga mabuk
mereguk waktu dalam sepi
meniti jarak dan menggali mimpi lagi.

Masuk ke pintu rindu dengan mata menyala-nyala.
Buta Ketika sukma menembus sela-sela hujan
Bisu pun beku
Aku berlari menyelimuti dingin dan kembali mencari-cari

ke dalam hati
ke dalam jantung

Engkau sudah jauh berlalu
Sebaris gerimis menetes dari balik rambut yang basah
Mata berpendar menatap bayang-bayang menghilang dan aku di sini
Sendiri ... ..
readmore »»  
Senin, 26 Mei 2014

Perahuku Menjelma Dari Kulit Suara

Perahuku Menjelma Dari Kulit Suara ketika Angin Memecah Perang dan Kebenaran di kirim oleh Putri Narita Pangestuti dalam cerita Anak Nongkrong

Perahuku menjelma dari kulit suara
mengangkut biji wicara
dari lautan makna
tertitah dari zat yang Maha Menatap

mendayung
aku membawanya pada lautan jiwa

orang menatapnya sebelah mata
sebagian lagi bertutur cela
ada juga yang menutup rapat telinga
asyik berakrobat dengan dayung-dayung
dan balok suara mereka

perahuku dicela tak berharga
dan aku dianggapnya pemantra gila

sedang perahukulah

yang bisa sampai berlabuh pada dermaga surya
readmore »»  
Sabtu, 24 Mei 2014

Angin Memecah Perang dan Kebenaran

Angin Memecah Perang dan Kebenaran didalam sebuah cerita Anak Nongkrong untuk digoreskan dalam sebuah Puisi yang merupakan Makan Untuk Seorang Penyair.

Perang dan Kebenaran

Angin memecah dua paru-paruku
pedang amarahmu menancap di jantungku
dan peperangan dari tatapan mata kalian
menyobek-nyobek nadiku

langkahku di antara perang dua kekuatan yang dicipta Tuhan
aku hanyalah penonton gila
tentang perebutan kuasa

surya
sinarnya menyempitkan pandangku tentang keduanya
angin
mengikat tulang dan memeras darahku hingga tak bersisa
mendung
merabunkan mata jiwaku dalam peluk senja

kepak merpati
kurindu
langit biru
harapanku
dan malam itu
membawa kebenaran dari Tuhan

kebenaran mana yang diusung manusia?
mereka saling mengada dan meniadakan!

bisik abadi
adalah kebenaran
di jiwa

dan Tuhan pengirimnya
readmore »»  
Rabu, 21 Mei 2014

Makam Untuk Seorang Penyair

Makam Untuk Seorang Penyair adalah Puisi karena bagi Anak Nongkrong yang merupakan Sang Penyair puisi adalah tempat dimana seorang pembuat puisi meluahkan rasanya, seperti puisi berikut ini :

Puisi adalah makam para penyair
setiap saat kita menziarahinya
menabur bunga-bunga makna
membaca ayat-ayat lama

Puisi adalah makam para penyair
namanya terpatri di batu nisan
abadi dalam kesunyian
jadi tempat terindah
para peziarah

Puisi adalah makam seorang penyair
Amir Hamzah, Chairil Anwar, Rendra
dan siapa saja duduk di dalamnya
duduk seperti patung Ganeca
dan kita mempelajarinya
sampai habis kata
sampai habis nyawa
readmore »»  
Minggu, 18 Mei 2014

Cinta Bukanlah Topeng

Topeng Cinta sering digunakan untuk orang yang menyalahgunakan Topeng atas namanya CINTA, saya rasa anak nongkrong tidak seperti itu karena Cinta Bukanlah Topeng namun adalah anugrah oleh tuhan untuk kita, dan cinta itu adalah milik tuhan.

Apa sesungguhnya yang kau sebut itu cinta ?

Apakah sebuah rasa tuk senangkan hati . . .
Apakah setapak jalan tuk turuti keinginan . . .
Apakah suatu keindahan yang membuai mata . . .
Atau kenikmatan yang kan puaskan hasratmu

Tak perduli walau itu hanya sesaat  . . .
Tak mengerti jika itu tiada manfaat . . .
Tak terpikir apakah itu cara sehat.
Jika hitam kau bungkus itu dengan putih . . .
Jika gelap kau terangi dengan api yang membakar . . .
Dan jika bernoda kau lapisi dengan kain sutra . . .

Memaksa berjalan bukan dengan kakimu . . .
Berikan sesuatu tapi bukan dari tanganmu . .
Memakai pakaian tapi bukan pakaianmu
Lalu kau suguhkan racun yang rasanya lebih nikmat dari madu . . .
Rangkaian bunga indah yang terbuat dari kertas dan plastik .  .
Alunan merdu yang membuai dan menjadi candu

Kau terus mencoba . . .
Menyembunyikan apa adanya dirimu . . .
Menampilkan apa yang bukan kau miliki . . .
Mengerjakan pekerjaan yang tak kau kuasai . . .
Menunjukkan sesuatu yang hanya dibuat-buat
             
Sungguh, semua itu karena  butuh dan inginmu
Bukan karena ketulusan hati.

Tak izinkan kata hati tuk bicara . . .
Tak biarkan akal jernih tuk berkaca . . .
Dan tak indahkan rasa malu tuk berjaga . . .

Semua hanya topeng, topeng dari cinta . . .
Topeng yang indah tuk hiasi inginmu, hiasi hidupmu . . .
Menutupi wajah burukmu yang tak bersinar . . .
Hanya sesaat, bukan dengan niat yang sehat . . .
Menipu diri dan menyakiti hati yang terpikat
Apakah itu cinta ?

Dan ingatlah,waktu terus berjalan cepat . . .
Tuk meyibak apa yang tak terlihat, mengungkap apa yang tak tampak . . .
Sungguh, dunia ini sesaat . . . dan hanyalah sebab tuk terima akibat.

Cinta bukanlah topeng . . .

( By. Ridho Maulana )
readmore »»  
Minggu, 11 Mei 2014

Air Mata di Desa Tercinta

Air Mata di Desa Tercinta Puisi karya Sukma Kirana ini bercerita tentang Air Mata di Desa Tercinta dengan kata lain pergi meninggalkan tanah atau kampung halamannya, berikut puisinya

Air Mata di Desa Tercinta

Kemeriahan berganti sepi
Hilai tawa tak lagi memecah sunyi
Dekap dan salam masih hangat terasa
Doa dan puji syukur iringi langkah bahgia

Ku tinggalkan desamu dalam senduku
Ku bawa bersama titipanmu untuk ku
Yang akan pergi jauh darimu
Entah kapan lagi bisa bertemu

Selamat tinggal tanah kelahiran
Airmata jangan kau titiskan
Yang subur bagaikan sawah bendang
Sedingin sumur doamu ku kenang

Entah kapan lagi aku bisa
Pulang hapusi airmata mu
desaku tercinta
Yang membukit bertahan rindu
Gelora didadaku ingin memeluk mu.

Karya: Sukma Kirana
Riau, Indonesia
readmore »»