Senin, 28 April 2014

Kau Tolak Cinta Ku

Kau Tolak Cinta Ku Oleh Sukma Kirana di tempat Anak Nongkrong yang bercerita tentang cinta yang di telah tolak namun tidak terungakap, berikut puisinya

~ KAU TOLAK CINTA KU ~

Akhirnya terpancar jua kemilau cahaya
Dari kusam permata
yang terbiar lama
Berkilau memikat ramai pemuja
Ingin miliki akhirnya hampa

Ditanganku kau ku jaga
Penuh perhatian setiap masa
Pada puisiku ungkapkan kata
Diriku telah jatuh cinta

Inilah kenyataan adanya
Dari naungan cinta bertapa
Ku ungkap dengan sejujurnya
Namun kau tolak cintaku sesungguhnya

Tak layak kah aku
Bertahta bagai permata itu
Atau kah hanya buatku simpan
Bersama luka dan hampa.

Karya: Sukma Kirana
Riau, Indonesia
readmore »»  
Minggu, 20 April 2014

RINDU YANG TERTINGGAL

RINDU YANG TERTINGGAL oleh Penyair Gelandangan Di situs Anak Nongkrong Kazuya

Masih tertinggal nafas rindu
Di sisi ruang kalbu
Laksana aroma semerbak bunga
Tercium di taman kala mekar putiknya

Rindu yang tersampaikan kala senja
Masih merona bak layung menebar pesona
Hiasi langit jiwa yang mengeja asa
Dalam balutan tirai malam gulita

Rindu yang masih membekas
Tertulis di satu tapal batas
Dalam hitungan tarikan nafas
Meski embun menguap resap di padang luas

By Bidadari Anggrek Biru
Purwokerto,20414
readmore »»  
Sabtu, 12 April 2014

Selamat Ulang Tahun Sahabat Kami Ryory

Selamat Ulang Tahun kami ucapkan untuk sahabat kami Ryory Tenryu Kazuya, saya mewakili Anak Nongkrong Kazuya mengucapkan Selamat Ulang Tahun Oppa Ryory yang ke 24 tahun.

Jika tahun lalu saya telat untuk mengucapkannya maka tahun ini saya akan mengucapkannya lebih awal, berikut adalah puisi yang telah saya siapkan untuk sahabat kita Ryory Tenryu Kazuya

Selamat Ulang Tahun Sahabat

Waktu melesat bagai anak panah
Begitu cepat
Tanpa terasa kau tlah berada pada puncak yang baru
Membuka lembaran baru
Dari sisa umur yang kau miliki
Selamat ulang tahun….

Sahabat…
Tak banyak yang mampu ku katakan
Hanya bait-bait puisi ini yang mampu kuhadiahkan
Di hari jadimu ini
Semoga baitnya menjadi pengingat
Bahwa kita semakin dewasa

Sahabat…
Ku tahu,
Di sisa umurmu saat ini
Kau masih mampu tersenyum….selalu ceria
Bahkan kau mampu mengahadirkan senyuman itu  pada orang-orang di sekelilingmu
Ya…kau mampu
Aku juga bahagia melihatnya
karna bagiku kau luar biasa
Namun sahabat…
Ada yang kurang disana…
Di balik semua senyum itu…
Entah kau coba tuk iklas atas semua ini
Atau memang kau belum merencanakanya
Aku tak tahu
Namun ku harap kau tak menutup matamu
Untuk semua itu…

Sahabat…
Aku memang bukan siapa-siapa…
Dan mungkin juga tak pantas
Tuk mengatakan semuanya tentangmu
Terserah apa pendapatmu tentangku
Namun ku ingin kau tahu
Betapa kami membutuhkanmu

Sahabat…
Entah apa yang ada di benakmu
Ketika kau baca goresan penaku ini…
Marah…,sedih…,terharu…atau bahagia
Aku tak tahu
Namun aku menulisnya karna cinta
Cinta padamu
Cinta pada saudara seiman

Sahabat…
Sekali lagi ku ucapkan
Selamat ulang tahun
Semoga di sisa-sisa umur kita ini
Kita akan terus menjadi sekuntum bunga
Yang tak pernah lelah dan letih
Menebar harumnya
Semakin kokoh bagai karang di lautan
Menjadi bara yang takkan pernah padam

Sahabatku….
Seandainya Allah memberi harga sebuah persahabatan
Maka aku takkan mampu
Membeli persahabatan ini
Namun Allah sang pencipta Maha Adil
Dia menciptakan seorang sahabat sepertimu
Yang takkan bisa dihargai dengan apapun
Semoga ukhuwah ini akan terus berkekalan
Hingga ke jannah-Nya

Sahabatku…
Inilah akhir goresan penaku ini
Selamat atas bertambahnya usiamu
Yang berati berkurang pula jatahmu tuk hidup di dunia ini
Semoga Allah memberi keberkahan pada umur kita
Hingga kita mampu berpacu dengan waktu
Menabung amal tuk bekal menghadap sang Khalik nanti
Selamat berjuang…
Tetap semangat…untuk orang-orang yang kau cintai
Juga untukku dan orang-orang di sekelilingmu
Namamu takkan kulupa
Kan slalu ada dalam bait-bait do’a ini
Karna kau begitu berharga
Bersamamu dan mengenalmu
Adalah anugerah terindah dalam hidupku
readmore »»  
Jumat, 04 April 2014

Gurindam Cinta Hampa

Gurindam Cinta Hampa di tempat anak nongkrong kazuya karya sukma kirana penyair gelandangan ini sangatlah dalam maknanya jika anda benar-benar merenungkannya.

Gurindam Cinta Hampa

Tak seindah kerdipan bintang
Dikelam malam berkabut gulita
Seraut wajahmu tak kurang adanya
Alunan suara selembut bahasa jiwa
Gugur merah jingga
Menguncang Iman didada

Seraut wajahmu
sebaris lengking sang pelangi
Senyum terlukis dijeda alis mentari
Ku puja kamu wahai pemilik hati

Bisiklah bahasa isyarat cinta
Pada lembayung senja nan setia
Akanku dendang gurindam cinta hampa
Bilamana tangan tak bergangendan sama

Terimalah sekuntum mawar jingga
Dariku cinta yang terluka
Lunturlah warna pelangi asa
Tertutup kabut pandangan mata durjana.
readmore »»