Selasa, 05 Maret 2013

RINDUKU SEPERTI SEPUCUK SURAT YANG TAK TERBALAS


RINDUKU SEPERTI SEPUCUK SURAT YANG TAK TERBALAS

Hello Anak Nongkrong apa kabar sahabat semua, saya harap anda semua sehat dan selalu dalam lindungannya aamiin, setelah beberapa hari sayaa tidak bisa menulis sebuah puisi maka hari ini saya akan menuliskannya untuk sahabat semua yang sedang merindu, puisi ini saya cantumkan dalam buku yang sedang saya buat selama 1 tahun ini, saya harap anda telah mengetahui tentang buku usang ini, jika anda belum mengetahuinya silahkan ada membaca cuplikannya di KISAH CINTA KU SEPERTI KEPINGAN BATU YANG BERLUMUT, dan marilah membaca puisi tentang :

RINDUKU SEPERTI SEPUCUK SURAT YANG TAK TERBALAS

Hari demi hari berlalu tanpa terasa
Umur yang tidak lagi muda membuat semua menjadi terasa pana
Kejenuhan mulai membuat kegelisahan
Jalanan yang semula terasa ramai kini menjadi sepi
Yang tertinggal hanyalah puing-puing kenangan

Ingin rasanya aku kembali kemasa itu
Karena kerinduanku terasa seperti ingin membunuhku
Membuat aku tak mampu berdiri hanya terjatuh
Semakin terpuruk dan hanya bisa menyerah
Namun aku menyerah bukan berarti aku kalah
Aku hanya perlu waktu untuk berpikir lebih jauh
Karena aku sadari bahwa masa lalu bukan untuk di ingat
Melainkan untuk di kenang dan untuk di perbaiki.

Walau pun aku membantah tentang apa yang terjadi
Dan tak percaya itu telah berlalu itu hanya sia-sia
Karena aku mengerti bahwa
RINDUKU SEPERTI SEPUCUK SURAT YANG TAK TERBALAS
Kenapa itu terjadi karena rindu yang sesungguhnya
Adalah rindu yang kekal abadi dan itu bukan cinta
Tapi Rindu kepada ALLAH yang telah membuat Surat
Di dalam kehidupan kita.

Tak bisa membantah
Tak bisa merubah
Hanya bisa berserah diri
Dan menjalani apa yang terbaik
Judul RINDUKU SEPERTI SEPUCUK SURAT YANG TAK TERBALAS
Rating 5 dari 5
Di Tulis Oleh Ryory Tenryu Kazuya
Anak Nongkrong sedang membaca artikel RINDUKU SEPERTI SEPUCUK SURAT YANG TAK TERBALAS. Jika ingin mengutip, harap memberikan link aktif dofollow ke URL http://anak.kazuya.us/2013/03/rinduku-seperti-sepucuk-surat-yang-tak.html. Terima kasih sudah singgah di blog ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik untuk mengkoreksi atau memberikan masukkan, kemungkinan penulis salah dalam memberikan informasi