Senin, 14 Januari 2013

Ketika pagi telah tiba : Kisah Cintaku Seperti Batu Yang Berlumut

Ketika pagi telah tiba
aku berharap
akan datang syair2 baru
yang di bawakan burung2 itu.

Tapi apa boleh buat
aku tidak mungkin berteriak
dan berkata hal yang tidak
seharusnya mereka dengar.

Ketika pagi telah tiba
Aku harus bisa menerima
dan merasakan apa yang biasa mereka lakukan.

Kehidupan memang begitu membingungkan
jika tidak bisa melapangkan dada dan bersabar.

Orang bilang sih sabar itu ada batasnya,
kalau aku pribadi sih merasa
semakin sabar maka semakin kuat ombak yang menerpa.

Semoga saja teman2 semua mengerti
apa yang aku sampaikan dalam coretan usang ini

Kisah Cintaku Seperti Batu Yang Berlumut
Judul Ketika pagi telah tiba : Kisah Cintaku Seperti Batu Yang Berlumut
Rating 5 dari 5
Di Tulis Oleh Putra Kazuya
Anak Nongkrong sedang membaca artikel Ketika pagi telah tiba : Kisah Cintaku Seperti Batu Yang Berlumut. Jika ingin mengutip, harap memberikan link aktif dofollow ke URL http://anak.kazuya.us/2013/01/ketika-pagi-telah-tiba-kisah-cintaku.html. Terima kasih sudah singgah di blog ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik untuk mengkoreksi atau memberikan masukkan, kemungkinan penulis salah dalam memberikan informasi