Kamis, 13 September 2012

Sekedar Puisi Penghibur Lara

Ini adalah aku yang selalu menulis dan bersyair di atas kertas yang usang, entah sampai bila aku mampu pertahankan rasa tawa bahagia seperti kejora di malam ini.

Kadang aku berfikir di dalam renungku, apakah aku salah dengan menutup jati diriku, hingga aku di anggap mendustai orang lain, seandainya mereka berada diposisiku mungkin mereka melakukan hal yang sama seperti diriku.

Ini bukan cerita, bukan dongeng dan juga bukan panggung sandiwara yang didalangi seorang dalang, ini juga bukan kesengajaan, bukan kebohongan dan bukan kemauan, tapi ini adalah sebuah persembunyiin yang kelak akan aku bongkar apabila aku telah merasa dia layak mengetahui semuanya.

TApi angin tak inginkan itu, dia menginginkan kejujuran yang belum bisa aku jelaskan saat ini kepadanya, andai aku bisa seperti mereka yang hidup di jalanan, akau akan menyanyikan lagu kepedihanku, tapi aku tak ingin berandai andai lagi karena aku tau tak mungkin bisa memutar waktu yang tlah berlalu.

sekarang Biarlah aku yang salah dan untuk itu aku takkan mengatakan hal apa-apa lagi untuknya, semoga kelak dia bisa mengerti apa yang aku lakukan adalah sebuah perjalan yang sangat mengesalkan karena ini hanya SEKEDAR PUISI PENGHIBUR LARA

Di kutip dari buku harianku
Judul Sekedar Puisi Penghibur Lara
Rating 5 dari 5
Di Tulis Oleh Putra Kazuya
Anak Nongkrong sedang membaca artikel Sekedar Puisi Penghibur Lara. Jika ingin mengutip, harap memberikan link aktif dofollow ke URL http://anak.kazuya.us/2012/09/sekedar-puisi-penghibur-lara.html. Terima kasih sudah singgah di blog ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik untuk mengkoreksi atau memberikan masukkan, kemungkinan penulis salah dalam memberikan informasi