Rabu, 12 September 2012

Kisah Nyata Islami Pamela Kara Masuk Islam Karena AL Fatihah

Kisah Nyata Islami Pamela Kara Masuk Islam
Karena AL Fatihah - Subhanallah, seorang kristen
taat masuk islam karena membaca surat Al
Fatihah. Itulah yang terjadi pada wanita muallaf
Pamela Kara, wanita kelahiran ohio amerika serikat
ini mengungkapkan cerita nyatanya kenapa masuk
Islam.

Wanita ini memang selalu berkecendrungan
mencari sesuatu yang kemudian menikahi seorang
pria muslim namun karena tidak memiliki anak
setelah 16 tahun menikah. Inilah awal mulanya ia
mengetahui akan Islam. Saat menikahi pria Muslim.
Ia tetap kristen dan tidak tertarik mengenai Islam
sampai mereka mengadopsi anak.

Saat itulah ia mulai mengambil kelas di masjid
lokal. Namun niat awal Pamela hanyalah kebutuhan
seorang ibu demi kewajibannya untuk mendidik
anaknya. "Saya akan menjadi ibu adopsi, jadi saya
harus tahu seperti apa mengajari anak saya nanti.
Inilah awal saya pertama kali tertarik dengan
Islam.
"Setelah membaca Surat Al-Fatiha, Pamela tahu
bahwa inilah yang ia cari selama ini. "Sebenarnya
ketika pertama kali belajar di kelas sebuah masjid
lokal, saya sempat berargumen dengan imam
masjidnya dan berkata bahwa ia tidak benar-benar
tahu apa yang diucapkan. Saya saat itu masih
berjarak dengan apa pun, dan saya tidak bisa
percaya dengan apa yang ia jelaskan," tutur
Pamela.

Salah satu pria dalam kelas itu pun bertanya
padanya apakah ia memiliki Al Qur'an. Pamela
menjawab,"Saya tidak punya,". Pria tadi pun
memberinya satu salinan. Saat membuka Al
Qur'an pertama kali itulah ia membaca Surat Al
Fatihah dan baginya itu lebih dari cukup.
Hanya membaca surat Al Fatihah, Pamela merasa
ada sebuah suara kecil dari dalam hatinya
berkata,"Inilah yang kamu cari. Inilah kebenaran."
Saat itu pula Pamela tersadar. "Saya tahu inilah
yang saya cari," ungkapnya.

Begitu memutuskan mengucapkan syahadat,
Pamela pun kian giat mempelajari Islam. Ia juga
belajar berdoa dan shalat. "Saya tahu begitu
mengambil keputusan ini tak bisa lagi menoleh
kebelakang, yang ada hanya berjalan terus ke
depan. Jadi inilah hal terbaik dalam hidup saya,"
ujarnya.

Ia merasa memiliki kehidupan yang berbeda
dengan diri yang berbeda. "Saya tak bisa
membayangkan tidak menjadi Muslim, tak
memiliki Islam, tak memiliki Al Qur'an dan
Sunnah," ungkapnya.

Bagi Pamela setelah berislam ia seperti mendapat
kaca mata baru yang membantunya melihat dunia
lebih benar. "Karena hidup saya sebelumnya
seperti dalam kebingungan. Dibesarkan sebagai
orang Amerika, benar-benar tanpa kebenaran
dalam landasan kebudayaan, seperti orang
bingung dan anda mencari dari satu situasi ke
yang lain tanpa rencana apa pun," ungkapnya.
Sama sekali tak ada perasaan menyesal dalam
dirinya setelah memeluk Islam. "Jika dalam hidup
orang hanya bisa melakukan satu hal, maka ini
tetap menjadi pilihan saya, yang akan saya lakukan
dalam hidup saya," ujarnya.

Memang begitu menjadi Muslim, tak semua orang
dekatnya, teman, keluarga dan kerabat
mendukung. "Mereka tidak suka tapi tak lantas
bersikap konfrontatif," ungkapnya. Tapi ia
mengaku ada pula anggota keluarga yang akhirnya
tak mau berbicara sama sekali dengannya, namun
ia menganggap itu bukanlah kehilangan.

Tapi pilihan mengenakan kerudung adalah masalah
lain. "Itu sempat menjadi perkara besar di keluarga
saya," tutur Pamela. "Namun subhanallah, semua
berjalan dengan baik. Sungguh bila kita bersabar
dengan orang, mereka pun akhirnya, paling tidak
membiarkan kita menjadi diri sendiri dan
menjalankan ibadah sesuai keyakinan. Setelah
beberapa saat, semua lancar. Saya bersyukur pula
memiliki orang tua baik.

"Kini sebagai Muslim, Pamela juga menyadari tak
bisa lepas dari tanggung jawab dakwah. Tapi ia
melihat aktivitas dakwah mulai dari hal sederhana.
"Ketika anda keluar itu adalah dakwah, bagaimana
kita membawa diri, bagaimana berbicara dengan
orang, menghormati orang, itu pun semua
dakwah," ujarnya.

Sebelumnya ia mengaku bahkan sulit memiliki rasa
hormat terhadap diri sendiri hingga ia menjadi
Muslim dan mengenakan jilbab. "Kini saya bebas,
saya bebas dari opini dunia dan orang lain yang
menentukan apa yang saya butuhkan." ujarnya.
Dalam pesannya ia bahkan berkata, "Saya akan
meminta pada dunia, siapa pun, belilah satu
mushaf Al Qur'an dan bacalah kitab tersebut,
belajarlah dna carilah dalam dirimu. Dengan
melakukan itu, bisa jadi, Allah akan membukakan
hatimu."

Ia menyerukan itu karena meyakini Allah selalu
berhubungan dengan setiap ciptaannya lewat hati
mereka. "Ia lah yang akan membuat anda melihat
kebenaran dan Insya Allah memimpin anda ke
kehidupan yang baik," ujarnya.
Pamela juga meyakini kehidupan di dunia hanya
sementara. "Insya Allah dem kehidupan berikutnya
itulah yang kita upayakan saat ini.
Judul Kisah Nyata Islami Pamela Kara Masuk Islam Karena AL Fatihah
Rating 5 dari 5
Di Tulis Oleh Putra Kazuya
Anak Nongkrong sedang membaca artikel Kisah Nyata Islami Pamela Kara Masuk Islam Karena AL Fatihah. Jika ingin mengutip, harap memberikan link aktif dofollow ke URL http://anak.kazuya.us/2012/09/kisah-nyata-islami-pamela-kara-masuk.html. Terima kasih sudah singgah di blog ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik untuk mengkoreksi atau memberikan masukkan, kemungkinan penulis salah dalam memberikan informasi