Rabu, 26 September 2012

Seseorang Yang Pantas Kalian Imami Kelak

Kau mencintau Q seprti bunga mencintai titah TUhan nya,
tak pernah lelah menyebar mekar aroma bahagia
tak pernah lelah meneduhkan gelisah nyala,

Kau mencintai Q seprti seprti matahari mencintai titah Tuhan nya,
tak pernah lelah membagi cerah cahaya,
tak pernah lelah menghagatkan jiwa...

Cinta seprti itulah yang pantas kaliaan dpatkan klak...
Seseorang yg pntas untuk jdi Imam atua
seseorang yg pntas kalian Imami kelak...
readmore »»  
Minggu, 23 September 2012

Cerita Cinta Yang Tak Di restui

Pada suatu sore hari, disebuah toko terdengar bunyi telepon, dan telepon ada seorang cewek yang menerima telepon itu. Dari seberang sana membalas menyapa dengan ramah. Setelah itu pada minggu siang , datang seorang cowok itu ke toko dan menanyakan info tentang pemasaran pada saya.

Setelah cowok itu datang , baru saya tahu dia cowok yang sering telepon ketoko. Dari pertemuan itu kesannya sangat baik, dari sana kita berkelanjutan dengan saling tukaran no HP , email di Facebook.

Dari sana kita tiap hari sms saling tukar kabar dan cerita , dan berkelanjutan janjian untuk jumpa di luar, dari sana kita semakin dekat. Dari pertama kenalan sampai lajutan sms , saya mulai timbul perasaan suka sama dia , cuma takut untuk berkata jujur.

Sampai masuk bulan ke 3 sejak saya kenal dia. dan tangal 11 adalah hari istimewanya karena adalah hari ulang tahunnya, ia mengajak saya merayakan ulang tahunnya. Kami merayakannya di rumah makan “KS” , disini kita bercerita sambil makan menikmati suasana disana.

Waktu pulang dia tiba-tiba meminta hadiah dari aku , hadiah itu berupa ciuman pertama saya. saya terkejut namum karena ini adalah ulang tahun dia maka saya berikan ciuman pertama saya dan memguncapakan selamat ulang tahun.

Malam itu saya sangat senang karena hubungan kita ada mengalami kemajuaan, keesokan hari kita dengan bertelepon di jam kerja kantor. Pulang dari jam kerja kadang dia mampir ketoko sesaat sebelum pulang kerumahnya. Kadang kita belajar bersama dan saling tukar pikiran. Dia sangat dekat dengan teman cewek di kantornya dalam soal hubungan kerja. karena cemburu saya dan dia pernah bertengkar hebat.

Dua hari dia tidak mau membalas sms dan angkat telepon saya. saya sendiri berpikir mungkin kita ngak mungkin bisa bersama lagi, dan saya telah merelakanya untuk pergi dari saya.

Tiba-tiba sms masuk dari dia, kami melanjurkan hubungan kami kembali. Dan suatu hari dia waktu datang kerumah saya , Saya mengajaknya makan bersama, siap makan kami bercerita dan bercanda sambil duduk diruang tamu.

Pada saat kakak saya pulang dari ngantor. dia bertemu dengan kakak saya. Kakak saya menanyakan kedia ,apa sebenarnya status hubungan saya dengan dia.

Dan dia menjawab pacaran, dan kakak saya bertanya lagi, apa orang tua mu tahu hubungan kita? Orang tuanya tidak setuju makanya tidak di kasi tahu. Kakak saya tidak setuju dan mengatakan “apa kalian ingin melanjutkan hubungan ini dengan tidak ada akhirnya.”

“Apa mau jadi anak durhaka nikah di luar restu dari orang tua?” Dia tidak bisa berkata apapun cuma diam terpaku. Dan saya sendiri tidak tahu mau bicara apalagi.

Setelah selesai bicara dengan kakak saya, dia turun tangga dengan tidak bergairah dan wajahnya pucat pasi. “Dia bertanya mau gimana kita?” Saya waktu itu benar-benar tidak tahu gimana? kepala saya sangat pusing dan hati saya serasa pecah.

Kami duduk dengan membisu, tidak tahu apa yang mau di bicarakan lagi. saya mulai menanggis sambil bertanya” jadi kamu maunya gimana untuk melanjutkan hubungan ini”

Dan dia berkata ” Kalo kamu yang disuruh memilih, saya atau orang tuamu, pasti kamu pilih orang tuamu kan , begitu juga saya? Padahal dalam hati saya kepingin dia menjawab akan memilih saya. Tapi dia memilih orangtuanya dan bukan saya.

Dan saya tahu walaupun dia pilih orangtuanya, dia tidak bersalah karena dia adalah anak tunggal, anak satu-satunya harapan ada pada dirinya yang menjadi tumpuhan orangtuanya. Setelah berbicara demikian, dia minta pamit untuk pulang.

sesampai didepan pintu , saya berkata ”kalau bisa kita jangan ada perubahan” ”Lihat besok nanti ku kasih kabar” Katanya sambil berlalu. Lewat beberapa menit, Saya sms tanyakan hubungan kita.

namum dia hanya menbalas dengan sikap yang dingin, dia tidak ingin menbahas masalah ini sekarang karena alasannya dia capek sekali dan ingin istirahat. Saya kecewa dan tak bisa berkata apapun cuma mengiyakan dia tidur untuk melupakan hal-hal yang menyedihkan.

Dimalam kesunyian saya menanggis, air mataku tak henti-henti mengeluarkan air mata. hatiku sangat sakit menggingat hubunganku yang tidak mulus. sampai kesedihan ini terbawa tidur.

Dipagi hari dengan mata yang bengkak, saya masuk kerja, dan melakukan perkerjaan rutin , dengan pemesanan barang ke kantor dia. Dalam pembicaraan dengan dia, saya merasakan ada perubahan besar padanya.

“Gimana pendapatmu mengenai kelanjutan hubungan kita” saya akhirnya mengatakanya “kalau saya bilang bisa di lanjutkan, gimana? Kamukan tahu orang tua yang saya pilih.” dia balas dengan dingin.

Saya terdiam dan menutup pembicaraan ini, hatiku sangat sakit karna tau dia mau mengakhiri hubungan ini. Kadang dia basa-basi sms saya menanyakan kabar saya. dengan kesal saya menjawab “Kamu rasa saya masih bisa baik kah?”

Balasannya ” Saya mau gimana lagi? kita sampai akhir juga ngak mungkin bisa bersama, dilanjutkan juga percuma saja. kita cuma menghabiskan waktu dan hati kita akan semakin terluka.” kata-katanya memang ada benarnya ,Tapi hati ini sangat tak rela melepaskannya karena status yang berbeda.

Saya belum bisa menerima kita harus mengakhiri hubungan kita karena perbedaan status ,padahal hari-hari yang kita lewatkan cukup menyenangkan walaupun banyak cewek yang kepingin ingin jadi pendampingmu.

Waktu itu kita lagi jalan, dia sering membalas sms dari teman ceweknya, itu cukup membuat aku kesal. Namum aku menerima sikapnya asal ngak kelewat batas yang wajar.

Selain itu saya dan dia telah menerima apa adanya dalam diri kita ,kekurangannya dan kelebihannya, namum orang tua kita tidak bisa menerimanya.

Dia sudah mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan ini berubah menjadi teman. saya tidak bisa menerimanya karena saya masih ada perasaan padanya.

Tapi apa mau dikata, dia sudah memutuskan hubungan ini dan dia pasrah melepaskan hubungan ini dengan berat hati.

Memang kita masih seperti biasa, berbicara ditelepon dalam hubungan kerja. tapi tidak seperti sikap yang mesra lagi, sekarang sikapnya agak dingin dan seperti menjaga batas.

Dari sikapnya hati saya sangat sakit, kenapa harus dia sangat cuek kepadaku? Apa dia tidak memikirkan perasaan saya yang merasakannya? Dengan gampang dia melepaskannya begitu saja?Tampa memikirkan saya gimana?

Saya dari belakang terus melihat dia jalan kedepan meninggalkan saya sendiri disini tampa menoleh kepalanya!!. Kebelakang untuk melihat saya …………..melihat saya……… yang disini.

————————————————————————————

- Cinta adalah pencipta keindahan terhebat.

- Tidak ada yang dapat mengimbangi besarnya nilai kenangan bersama dalam kenangan melalui masa sulit bersama.

- pernahkah kamu merasakan, bhawa kamu sanggup melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai meski kamu tahu,ia takkan pernah perduli? ataupun ia peduli dan mengerti ia tetap pergi?

- pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta? terseyum kala terluka, menanggis kala bahagia, bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah?

- aku pernah terseyum meski terluka, karena kuyakin tuhan tak menjadikannya untukku

- dan aku pernah menanggis kala bahagia, karena ku takut kebahagian cinta ini akan sirna begitu saja

- aku pernah bersedih kala bersamanya, karena ku takut aku akan kehilangan dia suatu saat nanti

- dan aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya, karena sekali lagi ” cinta tak harus memiliki” dan aku yakin tuhan telah menyiapkan cinta yang lain untukku

- aku tetap bisa mencintainya, meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku, karena memang cinta ada dalam jiwa, bukan dalam raga.
readmore »»  

I miss you even though you’re here

I miss you even though you’re here
I can hear your voice loud and clear
But I know you’re about to leave again
Cause that’s the way it’s always been

I talk to you as if you never leave
I build my dreams out of pure belief
I walk the streets looking for a sign
For someone to say I’ll soon be fine

There’s always a feeling of emptiness
That always leaves me so breathless
It takes over the moment you go
And it takes a while to release and let go

But then you’re back once again
And I praise the lord, I say Amen
But deep inside I know it’s temporary
And that’s a burden that I have to carry

You realize you mean the world to me
And I make it look like it’s so easy
I do it all so you won’t feel my pain
But all the pressure is driving me insane

We’re stuck at a crossroad for years now
And the scene won’t end until we take a bow
But who has the courage to initiate
Is a whole new chapter that has to wait.
readmore »»  
Sabtu, 22 September 2012

Kau Tak Pernah BIsa

Watashi wa hontōni anatanokokoroni nani o rikai shite inai, Watashi wa anata ga nozomu mono o ataete kureta to Anata ga watashi ni ataeta mono watashi wa sudeni yūga ni sore o uketotta.

Shikashi, anata wa, watashi ga jissai ni kanjite iru koto o imi suru koto wa dekimasen Watashi wa subete kore de okashiku nari-soda Watashi wa son'nani anata o aishiteirukara, watashi wa sashihikaeru.

Kono hōhō de, anata ga terhabat a~tsu kanjimashita, Watashi wa chinmoku o mamotte kitaga, oku no baai, watashi wa anata o kizutsukeru tsumori ga, watashi wa semotare nashi de tengokudenai kamo shirenai koto ni kidzuita.

Kono hōhō de, anata ga terhabat a~tsu kanjimashita, Watashi wa chinmoku o mamotte kitaga, oku no baai, watashi wa anata o kizutsukeru tsumori ga, watashi wa semotare nashi de tengokudenai kamo shirenai koto ni kidzuita.

Watashi wa watashi ga imamade watashi wa nani o subeki ka sakasama mawasu koto ga shitai, watashi wa omoiyari no aru yo ni shitaiga, watashi wa, tabun watashi wa wagamama sugiru ndaga dekimasen.

Shikashi, watashi wa itsumo, watashi wa anata ga ga watashi no iki no saigomade tebanasu koto ga dekinakatta koto o iitakatta
readmore »»  
Jumat, 21 September 2012

Pengkhianatan

yaah, inilah puisi gue pas disuruh bikin puisi pas pelajarn bahasa indonesia. Ini sih gag pengalaman pibadi, cuma lagi kepikiran bikin puisi ini, check this out;

Pengkhianatan

Jangan pernah sebut kita SAHABAT lagi!
kau kemanakan kepercayaanku?
kau kemanakan janji-janjimu?
Egois!
Sahabat tak hanya sebuah sandangan!
Sahabat adalah
sebuah kata biasa yang bermakna sesuatu..
Sesuatu yang penuh dengan kebahagiaan, kenangan dan kebersamaan
TAPI KAU MENGISIKANNYA DENAGN PENGKHIANATAN!

Kau SUDAH pernah berjanji tak kan mnegulangi semua itu!
Butuh berapa kali janji itu terlontar dari mulutmu?
BUTUH BERAPA KALI??!!
PULUHAN TELAH KUDENGAR!
Ku tak sanggup menahan semua
Semua kesalahan besarmu itu sama!
Dasar otak udang!
Jangan pernah ada unutukku lagi.

readmore »»  
Rabu, 19 September 2012

Rara Reinkarnasi Chingu

Rara namanya dia anak yang cantik, anggun, pintar, kaya-raya, baik hati, dan ceria. Dia anak yang sempurna sangat sempurna, tapi hanya satu kekurangannya yaitu tidak mempunyai tubuh yang sehat. Sekarang dia duduk di kelas enam di bangku sekolah dasar dan kini sedang menghadapi ujian akhir.

Lalu setelah lulus, dia mendapat nilai tertinggi sekabupaten. Dia masuk sekolah yang bernama SMP 2, sekolah terfavorit di wilayah ini. Suatu hari ayahnya memberi sebuah kamar tidur yang diberi nama oleh Rara ialah “Father”.
“Kenapa diberi nama seperti itu?”, tanya ibu
“Karena ayah jarang pulang ke rumah, lagi pula ini adalah hadiah yang sangat berharga bagiku. Karena di dalamnya terdapat mainan, buku-buku, dan juga alat-alat musik yang Rara sukai ma”, jawab Rara dengan girang.

Di sekolah Rara dikenal anak yang ramah dan pintar, tapi baru seminggu Rara bersekolah di sana. Ibunya meninggal karena mengalami kecelakaan lalu-lintas di Surabaya. Setelah pemakaman ibunya yang tercinta, Rara tidak mau pergi sekolah selama sepuluh hari. Selama sepuluh hari itu Rara terus menangis di kamar “Father”-nya. Lama-kelamaan ayahnya bosan mendengar suara tangisan pilu anaknya yang kehilangan ibu kandung tercintanya itu. Sebenarnya ayah juga merasa sedih tapi apa mau dikata yang sudah pergi biarlah pergi karena tak dapat kembali lagi. Dalam pergulatan pikiran tersebut munculah ide dalam benak ayah “Bagaimana kalu ayah menikah lagi!”.

Rara menyetujuinya, kemudian ayah menikah dengan tante Martha cinta pandangan pertama ayah. Dua hari kemudian Rara kembali bersekolah, walaupun kadang-kadang Rara teringat ibunya yang sudah meninggal. Dia berusaha untuk tidak menangis karena dalam benaknya selalu terngiang “Ibumu meninggal karena dia ingin memberimu seorang adik”, jadi ibu tirinya sekarang sedang mengandung. Namun lima bulan kemudian, ternyata anak yang dikandung tante Martha mengalami keguguran. Setelah itu tante tak bisa mempunyai anak lagi. Karena itulah, tante Martha sangat sayang kepada Rara dan menganggap Rara sebagai anaknya sendiri. Tiga minggu kemudian ayah Rara berdinas ke Bandung. Tiba-tiba dua hari setelah itu, ayahnya terserang penyakit jantung dan tak dapat ditolong lagi kemudian meninggal.

Terus dan terus menangis, Rara mengurung diri di kamar pemberian ayahnya. Serasa bila memasuki kamar “Father”-nya seperti sedang dipeluk ayahnya. Pelukan itu sangatlah hangat, pelukan itu melambangkan betapa ayahnya sangatlah menyayanginya.

Sebulan kemudian, Rara masuk sekolah lalu teman-temannya dengan raut wajah khawatir menanyakan keadaannya. Setelah itu meminta maaf ketika mengetahui bahwa ayah Rara telah meninggal. Setelah beberapa hari bersekolah, perubahan sikap Rara muncul kepermukaan. Biasanya dia ceria namun kali ini dia menjadi pendiam dan tadinya sangatlah ramah menjadi pemarah. Karena dia tahu diam-diam beberapa temannya telah memanfaatkannya. Lalu terjadilah isu atau omongan-omongan yang tak enak didengar telinga khususnya bagi Rara. Misalnya seperti “Rara judes”, “Bawel”, “Jahat”, “mau menangnya sendiri”, dan lain-lain.

Lama-lama Rara jadi tak tahan mendengarnya, juga sikap teman-teman yang mulai menjauhinya. Tiba-tiba dalam suatu pertengkaran “Ehk…”, Rara pingsan. Tubuhnya membentur lantai kelas, kemudian dia dilarikan ke rumah sakit. Tante Martha sedari tadi bolak-balik di ruang tunggu rumah sakit. Dia tak sabar menunggu berita dari dokter tentang keadaan anak tirinya itu. Rara, dia terserang penyakit jantung mendadak. Sejak kejadian itu, sikap Rara mulai berubah. Caranya memandang orang, senyum yang tak nampak di bibirnya yang merah merekah.

Empat minggu kemudian penyakit jantungnya kembali menyerang dan bertambah parah. Namun ada satu hal yang aneh yaitu kelainan pada bagian hatinya. Dokter sendiripun tidak tahu penyakit tersebut dan penyebab penyakit tersebut. Sakit itu bertambah parah, dokter menganjurkan “Sebaiknya Rara pindah sekolah, mungkin lingkungan sekolahnya yang sekarang tidak cocok untuknya”, ibu Rara mengangguk lalu segera melaksanakan anjuran dokter.

Setelah sampai di rumah, ibu menasehati Rara agar mau pindah sekolah. Kemudian Rara menyutujui, dengan berkata “Memang lingkungan sekolah Rara yang sekarang tidak cocok dengan kondisi hati Rara. Apalagi dengan suasana wajah teman-teman ketika menatap Rara”.

Akhirnya Rara pindah sekolah, dia pindah di sekolah sebelah sekolahnya yang dulu. Dia mendapatkan teman sebangku yang bernama Era. Era adalah anak yang baik, ramah, dan juga sabar. Dia orang pertama yang begitu tahu perasaan Rara, walaupun Rara tak pernah menceritakannya kepada Era. Di sekolah ini rata-rata murid-muridnya bersikap cuek, tidak ambil peduli atas kedatangan Rara. Tapi Rara mempunyai teman yang sangat membencinya yaitu Laila. Dia anak yang berprestasi bagus dalam pelajaran, namun ketika Rara datang dia mulai merasa tersaingi.

Suatu hari Rara memerlukan ketenangan untuk berkonsentrasi dalam mengerjakan soal “Era, aku mau tanya. Di mana tempat yang tersembunyi dan tak ada orang sama sekali?”, tanya Rara ketika itu. Wajah Era agak berubah “Di sana, di sebelah laboratorium IPA. Di sana ada pohon yang menutupi benda yang cukup mengerikan di dalam tanah”, jawab Era dengan wajah agak pucat. Rara cuek dengan perkataan temannya yang aneh itu, bergegas dia menuju tempat tersebut. Tiba-tiba,
“Tunggu, jangan kesitu!”
“Kenapa?”
“Di situ berbahaya, yang kumaksudkan sesuatu yang ada di dalam tanah…”, perkataannya terhenti. Kepalanya menunduk, kemudian menatap lekat Rara “Sesuatu itu adalah mayat. Mayat seorang lelaki, dia adalah murid sekolah ini. Dia mati karena digigit ular kobra. Saat ditemukan mayatnya tinggal tulang-belulang tapi ketika diangkat. Tiba-tiba saja, tulangnya masuk kedalam tanah. Kejadian itu sangat aneh, aku juga pertama-tama tak percaya. Namun setelah melihat sendiri, arwah lelaki tersebut yang melayang. Dia selalu berkata “Aku akan membunuhmu”, dengan kepala merunduk”, ucap Era dengan nada sangat meyakinkan
“Terima kasih atas pemberitahuanmu, tapi aku tak percaya dengan hal seperti itu. Kalau memang ada, aku tak takut”, ucap Rara tenang.

Akhirnya Rara nekat juga pergi ke lab IPA, dengan buku fisikanya dia duduk di samping pintu bagian depan lab IPA. Lalu dia mulai belajar dengan serius seperti biasanya. Perlahan-lahan timbul warna cokelat melayang-layang di udara. Membentuk seorang lelaki yang berwajah pucat menatap Rara. Rara diam saja seolah-olah dia tak melihatnya. Bayangan cokelat itu kini sedang duduk di samping Rara sambil terus memperhatikan sosok gadis itu. Keadaan sekitar sepi, bagai sekolah sudah tak ada kegiatan lagi. Di samping kanan adalah dedaunan yang menutupi gerak-gerik Rara. Arwah itu mulai berbicara “Kau tak takut padaku?”, namun Rara tidak angkat bicara “Aku bertanya padamu”, kali ini suaranya lebih keras “Mengapa aku harus takut padamu, sedangkan aku tidak tahu sifatmu!”, seru Rara “Oh, begitu”, arwah itu diam sejenak “Bagaimana kalau kita berteman, supaya kau mengetahui sifatku yang sebenarnya?”. Suara itu sangat dingin, membuat bulu guduk berdiri tegak. Rara merasakannya jelas, tapi kecuali dengan kata teman itu. Terdengar hangat dan ramah, tiba-tiba saja jantung Rara berdegup. Dia terperanjat kaget melihat tampang bayangan cokelat itu. Wajahnya tampak kusut, saat itu mata bayangan tersebut sedang menatap tanah kosong “Baiklah, aku akan jadi temanmu”, kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Rara. Setelah menjawab, ada perasaan aneh yang menyelimuti hati Rara. Perasaan yang tak diketahuinya, tapi rasanya sangatlah menyenangkan. Namun “Aah…”, ringis Rara sambil memegang dadanya “Lepaskan tanganmu, aku akan menyembuhkanmu”
“Kau sebenarnya siapa?”
“Namaku Randi, aku adalah orang yang sudah meninggal. Jadi orang yang sudah mengalami mati itu bisa berbuat apa saja sekehendak hati”

Randi membuka baju Rara dan menyilak kaos dalamnya yang terlihat sekarang hanya pakaian dalam Rara. Randi menyentuh Rara dibagian dadanya, perlahan-lahan Randi menghisap darah Rara melalui jari-jarinya yang dingin. Randi menyentuhnya sampai rasa sakit gadis itu hilang.

Dari hari ke hari, mereka semakin dekat dan akrab.Setiap penyakit Rara kambuh, Randi selalu melakukan hal sama. Semakin sering dia melakukan itu semakin pucatlah wajah Rara. Akhir-akhir ini Rara cepat sekali capek, namun Rara sama sekali tak menyadarinya. Suatu ketika Rara pulang dengan berjalan kaki seperti biasanya. Tak sengaja Rara menabrak seorang lelaki yang sudah setengah baya “Maaf kek, saya tak sengaja”, ucap Rara dengan membungkukkan badannya “Aku tidak apa-apa, hei kenapa wajahmu nak. Mengapa pucat sekali?”
“Ah masa, aku tak merasakannya. Memangnya bapak siapa?”, tanya Rara penasaran.
“Aku adalah paranormal. Ehm…bisa kulihat telapak tangan kirimu”, pinta kakek dengan mengulurkan tangan kanannya. Dengan ragu-ragu Rara mengulurkan tangan kirinya “Wah nak, kau hebat sekali!”, seru kakek kagum “Apanya kek?”
“Kau pasti kenal dengan Randi. Sebaiknya kau menjauhi arwah warna cokelat itu. Sebab dia ingin bermaksud jahat padamu, Randi sedang memanfaatkanmu nak. Dia menyedot darah segarmu. Randi sengaja menawarkan pertemanan kepadamu agar dapat mencelakaimu”, setelah bebicara kakek pergi begitu saja.

Sepanjang jalan Rara hanya memikirkan kejadian yang barusan saja dialaminya. Ada yang memusnahkan sesuatu yang berada di hatinya. Memusnahkan rasa saat pertama kali bertemu dengan Randi, memusnahkan semua perasaan yang dia alami ketika melalui hari bersama Randi.

Setelah sampai rumah ibu menyuruh Rara untuk meminum obat “Ma, apalagi sih ngapain aku meminum obat. Lagian penyakit jantungku sedang tidak kumat”, tolak Rara “Wajahmu pucat sayang, lagian juga penyakitmu belum sembuh benar. Ayo diminum”, ibu menjulurkan tangannya yang sudah memegang obat dan air minum “Tidak!”,tukas Rara.

Semalaman Rara terus memikirkan kejadian tadi, yang ada di benaknya sekarang terngiang-ngiang di pikiran “Teman-temanmu di SMP dulu semuanya membencimu, lalu Laila juga sangat membencimu. Dan teman satu-satunya ingin membunuhmu!”

Esoknya Rara mencari Randi, dia sudah memasrahkan dirinya untuk dibunuh Randi. Ternyata Rara lebih memilih mati dari pada hidup di dunia ini. Mereka bertemu di tempat di mana mereka biasa bertemu “Randi, aku sudah mengetahui maksudmu untuk menjadi temanku”, ucap Rara sambil menatap wajah bayangan cokelat “Bagus, aku tidak menyangka kalau kau sampai menyerahkan dirimu. Sekarang kau sudah tahu dengan sifatku yang sebenarnyakan?”
“Aku masih belum mengetahui sifatmu yang sebenarnya, tapi… Aku ingin kau melanjutkan penghisapan darahku, aku mohon”. Randi segera melakukannya, kemudian dia membuka baju Rara. Gadis itu hanya bisa memejamkan matanya, saat Randi ingin menyentuh dada gadis itu. Waktu terhenti dan
“Siapa yang melakukan ini?”, tanya Randi sambil berteriak
“Aku kobra”
“Kaukan sudah lama menghilang!”, teriak Randi semakin kesal
“Yah dan sekarang aku seperti kamu. Randi, sebenarnya kau sukakan pada cewek ini?”
“Apa maksudmu, aku suka dengan gadis ini. Itu tidak mungkin!”
“Jangan lakukan itu Randi. Karena bila kau membunuhnya, kau tak akan bisa berenkarnasi. Walaupun dia mati, kau tak akan bisa bertemu dengan dirinya lagi”
“Aku tidak peduli!”
“Bohong, sebenarnya kau sangat memudulikannya. Karena kau menyukainya!”
“Tidak, aku sama sekali tidak menyukai gadis berpenyakitan ini”
“Kalau itu perasaanmu yang sebenarnya. Lakukan, hisap darahnya sebanyak yang kau inginkan dan bersiap-siaplah untuk jadi arwah gentayangan untuk selama-lamanya!”. Randi berfikir sejenak, lalu timbul perasaan yang aneh yang sulit dijelaskan. Tiba-tiba saja perasaan enggan untuk membunuh Rara timbul, memenuhi seluruh tubuhnya. Perlahan-lahan bayangan cokelat itu menjauhi Rara dan mulai menghilang.

Waktu berjalan kembali, Rara ditemukan pingsan tanpa baju terbuka sedikitpun. Bajunya Rapih seperti sediakala. Rara kemudian langsung di larikan ke rumah sakit. Ketika sadar, dia menceritakan perihal dirinya kecuali arwah itu. Karena dia hanya ingin menyimpannya sendiri, hanya dia seorang tidak boleh ada orang lain.

Setelah Rara sembuh, dia langsung mencari Randi namun dia sama sekali tak menemukan sosok bayangan cokelatnya itu. Beberapa hari Randi tidak diketemukan Rara. Rara mulai gelisah dan berfikiran yang bukan-bukan. Suatu hari “Randi di mana kamu, apakah kau sudah tak mau bertemu denganku. Aku tak akan memintamu untuk menghisap darahku lagi, aku janji”, dengan nada penuh rasa cemas. Rara bersender di tembok samping pintu, tiba-tiba saja ada seseorang yang memegang pundaknya “Eh…”
“Hai, hantunya sudah tak muncul lagi ya?”
“Ya…”, jawab Rara lemas kemudian dia menatap wajah orang tersebut “Randi…!”, teriak Rara gembira. Setelah mata itu melihat kebawah, Rara merasa heran. Kaki milik Randi menyentuh tanah “Kau masih mengenaliku Rara. Aku telah berenkarnasi, aku sekarang sama persis sepertimu”, dia memang Randi. Hantu yang berwarna cokelat yang selalu menemani Rara ketika pelajaran kosong, ketika istirahat, ketika ingin pulang sekolah, ketika Rara masih di sekolah. Rara merasa senang apa yang telah dikatakan Randi. Apalagi dia sudah tak merasakan bulu guduknya berdiri setiap Randi membuat kata. Randi memperkenalkan kawan yang berdiri di belakangnya “Ini adalah kobra sahabatku. Dia yang telah membantuku berenkarnasi seperti ini agar dapat bertemu denganmu terus. Dia juga sama sepertiku, berenkarnasi”, ucap Randi sambil membuat singgungan senyuman di bibir Rara. Namun senyum di bibir Randi tidak berlangsung lama. Rara pergi untuk selama-lamanya, meninggalkan sebuah senyuman yang manis. Yang telah hilang sejak kedua orang tuanya meninggal. Rara meninggal di pelukan Randi, teman terbaiknya. Sambil mengeluarkan air mata, Randi membawa Rara ke pantai, sayup-sayup terdengar sebuah lirik

Angin…bawalah dirinya kesana
Angin…bahagia hatinya kini
karena telah mendapat teman di sisinya
Oh angin…pantai

Karya : Lail Brichana Riani
readmore »»  
Kamis, 13 September 2012

Sekedar Puisi Penghibur Lara

Ini adalah aku yang selalu menulis dan bersyair di atas kertas yang usang, entah sampai bila aku mampu pertahankan rasa tawa bahagia seperti kejora di malam ini.

Kadang aku berfikir di dalam renungku, apakah aku salah dengan menutup jati diriku, hingga aku di anggap mendustai orang lain, seandainya mereka berada diposisiku mungkin mereka melakukan hal yang sama seperti diriku.

Ini bukan cerita, bukan dongeng dan juga bukan panggung sandiwara yang didalangi seorang dalang, ini juga bukan kesengajaan, bukan kebohongan dan bukan kemauan, tapi ini adalah sebuah persembunyiin yang kelak akan aku bongkar apabila aku telah merasa dia layak mengetahui semuanya.

TApi angin tak inginkan itu, dia menginginkan kejujuran yang belum bisa aku jelaskan saat ini kepadanya, andai aku bisa seperti mereka yang hidup di jalanan, akau akan menyanyikan lagu kepedihanku, tapi aku tak ingin berandai andai lagi karena aku tau tak mungkin bisa memutar waktu yang tlah berlalu.

sekarang Biarlah aku yang salah dan untuk itu aku takkan mengatakan hal apa-apa lagi untuknya, semoga kelak dia bisa mengerti apa yang aku lakukan adalah sebuah perjalan yang sangat mengesalkan karena ini hanya SEKEDAR PUISI PENGHIBUR LARA

Di kutip dari buku harianku
readmore »»  
Rabu, 12 September 2012

Kisah Nyata Islami Pamela Kara Masuk Islam Karena AL Fatihah

Kisah Nyata Islami Pamela Kara Masuk Islam
Karena AL Fatihah - Subhanallah, seorang kristen
taat masuk islam karena membaca surat Al
Fatihah. Itulah yang terjadi pada wanita muallaf
Pamela Kara, wanita kelahiran ohio amerika serikat
ini mengungkapkan cerita nyatanya kenapa masuk
Islam.

Wanita ini memang selalu berkecendrungan
mencari sesuatu yang kemudian menikahi seorang
pria muslim namun karena tidak memiliki anak
setelah 16 tahun menikah. Inilah awal mulanya ia
mengetahui akan Islam. Saat menikahi pria Muslim.
Ia tetap kristen dan tidak tertarik mengenai Islam
sampai mereka mengadopsi anak.

Saat itulah ia mulai mengambil kelas di masjid
lokal. Namun niat awal Pamela hanyalah kebutuhan
seorang ibu demi kewajibannya untuk mendidik
anaknya. "Saya akan menjadi ibu adopsi, jadi saya
harus tahu seperti apa mengajari anak saya nanti.
Inilah awal saya pertama kali tertarik dengan
Islam.
"Setelah membaca Surat Al-Fatiha, Pamela tahu
bahwa inilah yang ia cari selama ini. "Sebenarnya
ketika pertama kali belajar di kelas sebuah masjid
lokal, saya sempat berargumen dengan imam
masjidnya dan berkata bahwa ia tidak benar-benar
tahu apa yang diucapkan. Saya saat itu masih
berjarak dengan apa pun, dan saya tidak bisa
percaya dengan apa yang ia jelaskan," tutur
Pamela.

Salah satu pria dalam kelas itu pun bertanya
padanya apakah ia memiliki Al Qur'an. Pamela
menjawab,"Saya tidak punya,". Pria tadi pun
memberinya satu salinan. Saat membuka Al
Qur'an pertama kali itulah ia membaca Surat Al
Fatihah dan baginya itu lebih dari cukup.
Hanya membaca surat Al Fatihah, Pamela merasa
ada sebuah suara kecil dari dalam hatinya
berkata,"Inilah yang kamu cari. Inilah kebenaran."
Saat itu pula Pamela tersadar. "Saya tahu inilah
yang saya cari," ungkapnya.

Begitu memutuskan mengucapkan syahadat,
Pamela pun kian giat mempelajari Islam. Ia juga
belajar berdoa dan shalat. "Saya tahu begitu
mengambil keputusan ini tak bisa lagi menoleh
kebelakang, yang ada hanya berjalan terus ke
depan. Jadi inilah hal terbaik dalam hidup saya,"
ujarnya.

Ia merasa memiliki kehidupan yang berbeda
dengan diri yang berbeda. "Saya tak bisa
membayangkan tidak menjadi Muslim, tak
memiliki Islam, tak memiliki Al Qur'an dan
Sunnah," ungkapnya.

Bagi Pamela setelah berislam ia seperti mendapat
kaca mata baru yang membantunya melihat dunia
lebih benar. "Karena hidup saya sebelumnya
seperti dalam kebingungan. Dibesarkan sebagai
orang Amerika, benar-benar tanpa kebenaran
dalam landasan kebudayaan, seperti orang
bingung dan anda mencari dari satu situasi ke
yang lain tanpa rencana apa pun," ungkapnya.
Sama sekali tak ada perasaan menyesal dalam
dirinya setelah memeluk Islam. "Jika dalam hidup
orang hanya bisa melakukan satu hal, maka ini
tetap menjadi pilihan saya, yang akan saya lakukan
dalam hidup saya," ujarnya.

Memang begitu menjadi Muslim, tak semua orang
dekatnya, teman, keluarga dan kerabat
mendukung. "Mereka tidak suka tapi tak lantas
bersikap konfrontatif," ungkapnya. Tapi ia
mengaku ada pula anggota keluarga yang akhirnya
tak mau berbicara sama sekali dengannya, namun
ia menganggap itu bukanlah kehilangan.

Tapi pilihan mengenakan kerudung adalah masalah
lain. "Itu sempat menjadi perkara besar di keluarga
saya," tutur Pamela. "Namun subhanallah, semua
berjalan dengan baik. Sungguh bila kita bersabar
dengan orang, mereka pun akhirnya, paling tidak
membiarkan kita menjadi diri sendiri dan
menjalankan ibadah sesuai keyakinan. Setelah
beberapa saat, semua lancar. Saya bersyukur pula
memiliki orang tua baik.

"Kini sebagai Muslim, Pamela juga menyadari tak
bisa lepas dari tanggung jawab dakwah. Tapi ia
melihat aktivitas dakwah mulai dari hal sederhana.
"Ketika anda keluar itu adalah dakwah, bagaimana
kita membawa diri, bagaimana berbicara dengan
orang, menghormati orang, itu pun semua
dakwah," ujarnya.

Sebelumnya ia mengaku bahkan sulit memiliki rasa
hormat terhadap diri sendiri hingga ia menjadi
Muslim dan mengenakan jilbab. "Kini saya bebas,
saya bebas dari opini dunia dan orang lain yang
menentukan apa yang saya butuhkan." ujarnya.
Dalam pesannya ia bahkan berkata, "Saya akan
meminta pada dunia, siapa pun, belilah satu
mushaf Al Qur'an dan bacalah kitab tersebut,
belajarlah dna carilah dalam dirimu. Dengan
melakukan itu, bisa jadi, Allah akan membukakan
hatimu."

Ia menyerukan itu karena meyakini Allah selalu
berhubungan dengan setiap ciptaannya lewat hati
mereka. "Ia lah yang akan membuat anda melihat
kebenaran dan Insya Allah memimpin anda ke
kehidupan yang baik," ujarnya.
Pamela juga meyakini kehidupan di dunia hanya
sementara. "Insya Allah dem kehidupan berikutnya
itulah yang kita upayakan saat ini.
readmore »»  
Minggu, 09 September 2012

Renungan

Hai sobat muslimin dan muslimat, , gmana kbr nya semua, ,mga msh dlm lindungan Allah swt.amien.

"Barang siapa suka makan Kacang ,maka jangan lupa dg Kulit nya."Buang lah pada tempat nya. Ingatlah jika kamu lupa akan kulitnya ,gak mungkin bisa makan gmana rasany. Enaknya Kacang."

Dari kalimat di atas dpt dsimpulkan bahwa ,

"Jika kita berbuat sesuatu dan tlah sukses. Tau dg kata laen tlah berhasil dlm suatu hal. Janganlah lupa akan asal mula dmana bisa berhasil / bs sukses tersebut. Dengan kata laen jgn sampai lupa akan bersyukur kpada Allah swt atas nikmat apa yang tlah dberikan kepada kita.. Dan tempatkanlah sesuat t pd tmpat nya. Jgn asal. Karna akan membuahkan akibat tersendiri.

"Barang siapa tidak berterima kasih kepada Orang , maka Ia tidak bersyukur kepada Allah swt."

( HR.Abu Daud,Tirmidzi,Ahmad )

Semoga kalimat ini bs bermanfa'at bg semua.
Akhiru salam, ,
readmore »»  

Allah itu kuasanya atas segala makhluk

Allah itu jauh tidak berjarak dekat

tidak bersentuh,

Zat-Nya tidak sama dengan makhluk,

kuasanya atas segala makhluk,


esa pada af'al.
pada asma,
pada sifat.

tiada berbilang,
tiada pula lapuk oleh zaman...
readmore »»  
Jumat, 07 September 2012

TERMENUNG AKU DI ANTARA KISI-KISI MALAM

Kù sibak tirai langit,
Yang menatap ku dalam kelam
Berharap bayangan mu melintas di kegelapan
Malam yang kian sunyi mencekam
Hantarkan seulas senyum
Yang pada angin Kau titipkan

Tak kuasa hati menolak
Ketika pangeran cinta
Hadir menyapa gelisah
Terpa angin pada pucuk cemara
Menguasai jiwa meski ku tahu
Bagai pungguk merindukan bulan
Untuk ku gapai hati mu
Yang tlah tertambat pada jiwa raga kekasih -Nya

Tersentak aku dalam buai Lamunan
Tersadari bahwa diriku tak berarti lagi dalam hidupnya
Ketika sempat menyimpan rindu pada Mu
Dalam diri dan membangun sepotong asa
Dalam istana khayalan

Namun,

Kini tlah jelas
Aku tak ingin merajut nya lagi
Karna nyata bukanlah
Aku yang ingin Kau miliki

Biarlah Rasa ini bersemayam kan dalam relung hati
Yang terdalam lubuk jiwa yg sepi
Dengan segenap keyakinan akan Rahasia illahi robby, ,

Ya Allah,

Malam-malam gelisah
Hari-hariku hampa
Rasulullah saw bersabda:

"JANGAN PUTUS ASA"
Dan tiada kata terindah selaen BISMILLAH. .

Ya Allah,

Izinkanlah aku menyebut nya
Dalam setiap lantunan doa
Sujud Istikharah ku
Ku hanya ingin melihat Bahagia Nya dalam ridho Mu, ,
Walau Ku tahu Ku tak bisa menikmati bahagia itu bersama Nya. .
Dalam Naungan Mu. . Ya Robby. . .
readmore »»  
Rabu, 05 September 2012

Sumber Kecantikan Sejati

Sesungguhnya kecantikan sejati
Bersumber dari hati
Lisan yang slalu terjaga dari
Bertutur kata yang tiada berguna

Hati yang slalu bertaut pada -Nya
Dan indahnya pergaulan dengan sesama
Semua itu adalah buah dari kesungguhannya
Menata diri untuk menggapai ridho illahi robby. .

Bersahabat karena harta dan tahta
Tak akan abadi selamanya
Bersahabat karena hati insya allah akan abadi
Sepanjang masa

Sesungguhnya langgengnya persahabatan
Bukan di ukur dari seberapa besar
Kita saling memberi materi
Namun ,bagaimana kita bisa saling peduli
Dan menjaga hati untuk tidak saling menyakiti. . .!
readmore »»  

Syukran

Assalamu Alaikum warahmatullah

Bismillahirrahmaanirraahiim,

Indahnya hidup terletak pada rasa syukur.

Mendung tercipta bukan untuk membuat langit gelap
tapi memberi kesejukan ketika air hujan turun.

Setiap kesalahan yang kita lakukan adalah
bagian dari proses membentuk kepribadian.

Jangan menyesali kesalahan ..
tapi sesalilah apabila semua itu tidak berdampak pada perbaikan.

Luka semata bukan membuat kita tersiksa
tapi agar kita menyadari bahwa kita manusia biasa.

Genggamlah keyakinan bahwa
indahnya kehidupan bukan terletak pada seberapa banyak kesenangan Tapi terletak pada rasa syukur kepada Allah Subhanahu wata'ala..

Syukran..
readmore »»  
Sabtu, 01 September 2012

Sebelum Engkau Halalkan Dia Untukku

Kètikä hati hening tanpa nafsyu
Kètika sèmùa mata tèrpejam tanpa rasa
Ketika röh terangkat tanpa keluh kesah
Aku ingin mèraih dengan cinta -Nya

Ketika langkah tertatih dalam luka
Ketika aer mata adalah Jiwa
Ketika keyakinan lunturkan Lara
Air mata dalam pelukan Doa
Dalam diam Ku raih indahnya Merindu
Walau deret tanya di hadapan Kù
Adakah engkau jua
Menyebut Namaku dalam doa sujud istikharah Mù ??

Untuk Mù pendamping Surga Ku, ,
Aku disini menunggu kabar dari sayap-sayap angin
Dalam balutan rasa menanti Mu
Siapakah Jodohku ?
Di saat penantian tertuju satu
Di saat waktu berhenti dalam dekapan Mu

Ya Allah, , Ya Rabby, ,

Jikalau Engkau izinkan hamba mencinta
Izinkanlah hamba menata jiwa
Agar mampu menjadi insan dalam alur takdir Mu
Memuliakan Nya di sepanjang Nafas Ku
readmore »»