Kamis, 09 Agustus 2012

Empat Jenis Jalan Bertobat

Sakaratul maut merupakan salah satu pintu yang tidak bisa dihindari dan harus dilewati dalam perjalanan jiwa setiap manusia. Namun bagaimana caranya untuk menjemput kematian tidak menjadi pesakitan dalam kematian. Sungguh menakutkan, apabila kita menjadi pesakitan ketika sakaratul maut datang menjemput kita.

Perlu anda ketahui, bahwa setiap budaya, agama, dan kepercayaan mengajarkan tatacara untuk menjemput kematian. Agar seseorang yang berada dalam sakatul maut tidak berada dalam tekanan yang berat, maka setiap budaya mengajarkan dzikir, kontemplasi atau meditasi kepada setiap mansia, bahkan pada saat detik-detik menjelang kematian. Keadaan saat menghadapi kematian adalah sesuatu yang jelas, ketika itu jiwa sudah tidak berdaya.

Pertama yang harus kita pahami adalah kata Sakrah yang berarti penderitaan. Dengan kata lain, keadaan manusia dalam sakaratul maut berada pada titik yang paling lemah. Pada saat itu, daya (energi jing) dan energi permana ( energi chi) berada pada titik terendah. Dalam keadaan demikian, disebut antar keadaan sadar dan tidak sadar tergantung kepada latar belakang hidup seseorang.

Agar tidak menjadi pesakitan dalam kematian, Sunan Kalijaga mengajarkan tatacara bertobat atau kembali kepada jalan yang benar ketika kita dalam keadaan sehat wal afiat. Tatacara bertobat tersebut dibagi menjadi empat jenis, yaitu; Tobat, Abat, Inabat dan Iyabat.

Tobat, adalah jenis tobat yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari, artinya kesediaan mengakui kepada diri sendiri untuk tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan. Sehingga, kesalahan yang telah disadari tesebut akan menjadi pemicu bagi kesadaran terhadap kesalahan-kesalahan lainnya yang pernah dilakukan.

Abat, adalah jenis tobat yang dikenal dalam khasanah Islam Jawa, artinya tidak ingin berbuat kesalahan dalam hidupnya dan tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan, tetapi tidak akan melakukan kesalahan lain yang belum bernah dilakukan. Sehingga, satu kali kesalahan cukup untuk membentengi diri dari berbagai kesalahan lainnya.

Inabat, adalah jenis tobat yang dikenal untuk mengenali berbagai jenis perbuatan atau tindakan yang akan menyebabkan, menimbulkan atau mendorong perbuatan dosa. Sehingga, seseorang akan selalu sadar, ingat dan waspada terhadap perbuatan dosa.

Iyabat, adalah jenis tobat yang dikenal bahwa seseorang benar-benar kembali kepada jalan yang benar. Sehingga, tidak terjadi kesalahan yang disengaja meskipun berbuat kesalahan secara tidak sengaja segera menyadari dan tidak terjebak kepada kesalahan yang sama.

Keempat jenis tobat tesebut diatas harus dirajut menjadi satu agar terbentuk sikap hidup yang berada pada jalan yang benar yang diridhoi oleh Tuhan dan jalan untuk mencapai kesempurnaan hidup akan terbuka.
Judul Empat Jenis Jalan Bertobat
Rating 5 dari 5
Di Tulis Oleh Putra Kazuya
Anak Nongkrong sedang membaca artikel Empat Jenis Jalan Bertobat. Jika ingin mengutip, harap memberikan link aktif dofollow ke URL http://anak.kazuya.us/2012/08/empat-jenis-jalan-bertobat.html. Terima kasih sudah singgah di blog ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik untuk mengkoreksi atau memberikan masukkan, kemungkinan penulis salah dalam memberikan informasi